Daya saing produk kreatif layak dipacu

10 04 2011

JAKARTA, Daya saing produk ekspor dari industri kreatif skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) nasional dinilai layak untuk dipacu lebih jauh.

Pemerhati UMKM Wasis Gunadi menilai pada dasanya ada tiga pilihan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produknya yakni pertama, cost lead-erships atau menjual produk dengan harga paling murah.

Kedua, mengedepankan product differentiation atau menghasilkan produk yang tampil beda. Strategi ketiga adalah focus atau melayani pasar yang tidak bisa dijangkau pesaing. “Ketiga strategi ini dianggap masih relevan hingga kini,” ujarnya, kemarin.

Melihat karakter UMKM Indonesia serta iklim usaha pada pas-caperdagangan bebas Asean-hina (ACFTA), menurut Wasis, yang paling logis diikuti dari ketiga strategi itu adalah mengedepankan produk yang tampil bedaatau punya keunikan tersendiri.

“Sebab produk itu memiliki keunikan memiliki daya saing kuat meski harganya relatif sedikit mahal. Karena itu industri kreatif wajib dikembangkan oleh UMKM, terutama untuk menya-sar pangsa ekspor.”

Wasis menyarankan, ke depan, Kementerian Koperasi dan UKM harus memberi dukungan lebih optimal, karena selama ini pemerintah masih kecil perhatiannya bagi perkembangan industri kreatif. “Belum pernah ada publikasibahwa pengembangan industri kreatif oleh UMKM adalah program unggulan instansi itu.”

Jadi Kemenkop dan UKM harus memberikan perhatian lebih besar lagi bagi pengembangan industri kreatif oleh UMKM. Sebab, salah satu target pelaku usaha adalah memacu nilai ekspor.

“Program-program harus segera di-update,” tutur Wasis yang pengajar di beberapa perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Infrastruktur pengembangan industri kreatif bahkan dinilainyasangat penting segera dibangun Kemenkop dan UKM bersama pihak terkait lainnya. Selanjutnya menyusun peta UMKM serta produk potensial ekspor disertai sosialisasi pentingnya pengembangan produk industri kreatif.

“Hasil akhir yang diharapkan adalah, terciptanya kolaborasi ekonomis yang berkelanjutan, dengan atau tanpa dukungan pemerintah. Sebab, antara desainer dan UMKM eksportir mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi.”

Sumber : Bisnis Indonesia


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: